>
Photobucket

Minggu, 27 Desember 2009

NASIHAT INDAH BAGI YANG MAU DAN SUDAH MENIKAH

Umamah Taghlubiyah, seorang wanita Arab terpandang menasehati anaknya Ummu Iyas binti Auf. Nasehat ini dia sampaikan ketika melepas putrinya itu menuju rumah suaminya saat dia dinikahkan.

Dia berkata, "Wahai anakku, Kalaulah nasehat boleh ditinggalkan karena kemuliaan budi dan ketinggian nasab keturunan, maka aku tidak akan menyampaikannya padamu. Namun ia perlu disampaikan untuk mengingatkan orang baik dan menyadarkan yang lalai.

Wahai anakku, jika seorang perempuan bisa melepaskan diri dari laki-laki dengan harta orang tuanya maka aku adalah orang yang paling bisa untuk itu. Tapi, itu tidak mungkin, anakku. Karena perempuan diciptakan untuk laki-laki. Dan sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk perempuan.

Wahai anakku, saat ini engkau akan melangkah dari rumah ini, dimana kamu hidup dan dibesarkan. Kamu akan berangkat ke lembah yang belum kamu ketahui sama sekali dan akan ditemani seorang yang tidak pernah kau kenal selama ini. Makanya, dengarlah pesan-pesanku. . Jadilah engkau bagaikan budak baginya, maka dia akan berlaku seperti itu pula untukmu.

Anakku, dengarkanlah, aku akan menyampaikan SEPULUH wasiat untukmu. Jagalah wasiat ini. Ia akan menjadi penerang dan bekal bagimu dalam hidup.

Pertama, setia dan patuhlah padanya. Kepatuhanmu padanya akan melahirkan keridhaan Allah SWT.

Kedua, qana'ahlah dengan apa yang diberinya. Sikap itu akan melahirkan ketenangan dalam jiwamu.

Ketiga, peliharalah pandangannya padamu. Jangan sampai dia melihat padamu sesuatu yang tidak disenanginya.

Keempat, pelihara penciumannya terhadapmu. Jangan sampai dia mencium darimu sesuatu yang tidak mengenakkan hidungnya.

Kelima, Jagalah waktu makannya (bermakna kebutuhan biologis). Sesungguhnya rasa lapar itu bagaikan bara yang bisa membakar kapan saja.

Keenam, jagalah waktu tidurnya. Sesungguhnya gangguan pada waktu tidur bisa menyulut amarah.

Ketujuh, jagalah harta dan rumahnya. Sesungguhnya yang demikian membuatnya menghargaimu.

Kedelapan, pelihara dan hormatilah anak dan keluarganya. Sesungguhnya hal itu melatihmu mengatur segala Sesuatu dengan baik.

Kesembilan, janganlah kamu buka rahasianya. Jika kamu melakukan itu, maka tidak bisa dijamin dia akan menjaga janjinya padamu.

Kesepuluh, janganlah kau melanggar perintahnya. Sesungguhnya yang demikian itu menyulut rasa cemburu dalam hatinya.

Dan perhatikanlah dua perkara. Janganlah kamu menampakkan kebahagiaan padanya jika dia sedang dirundung sedih. Jangan pula engkau menampakkan kesedihan di kala dia berbahagia.

Ketahuilah wahai anakku, sebesar apa penghormatanmu padanya sebesar itu dia akan menyanjungmu. . . Sejauh mana kamu bisa menyesuaikan pandanganmu dengannya seperti itu pula dia akan setia padamu.

Anak gadisku, sesungguhnya kamu tidak akan mampu melakukan itu semua kecuali jika kamu mampu mendahulukan kerihdaannya atas keinginan pribadimu, dan jika kamu mampu mengedepankan hasratnya atas hasratmu. Semoga Allah melimpahkan kebaikan padamu. Selamat jalan.

Nasehat yang sangat berharga dari seorang ibu yang baik. Semoga negeri kita juga punya ibu-ibu yang seperti ini.

NASIHAT RASUL PADAMU WAHAI LELAKI
Dalam khutbah haji wada’ Rasulullah berpesan kepada umatnya tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai hidup berumah tangga. Rasulullah saw berpesan:

“Ingatlah, berilah pesan yang baik terhadap istri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu jangan berbuat kejam kepada mereka. Janganlah berbuat sesuatu yang melampaui batas kepada mereka, kecuali telah nyata bahwa mereka melakukan kejahatan. Jika memang mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemui mereka di tempat tidur. Jika engkau telah memisahkan mereka dari tempat tidurmu, mereka masih tidak merasa bersalah, maka pukullah mereka dengan pukulan yang ringan yang tidak melukai. Bila mereka taat, janganlah berlaku keras terhadap mereka.”

Ingatlah, sesungguhnya istrimu mempunyai hak terhadap kalian para suami. Hak kalian terhadap istrinya adalah melarang mereka mengizinkan masuk seseorang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu. Hak mereka atas kamu adalah kamu pergauli mereka dengan cara yang baik, tidak memukul mukanya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan memenuhi segala kebutuhan mereka terutama makanan dan pakaian serta tidak boleh mendiamkannya kecuali di dalam rumah.” (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Ingatlah, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Orang yang paling baik budi pekertinya adalah yang paling baik perlakuannya terhadap istrinya” (HR At Tirmidzi)

“Janganlah seorang mukmin memarahi istrinya ataupun seorang wanita beriman. Jika tidak suka terhadap salah satu sifatnya, maka pasti ada sifat lainnya yang menyenangkan. Dunia ini adalah suatu kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah wanita yang shaleh” (HR Muslim).

sumber : irma-komalasari.blogspot.com
Read rest of entry

KETIKA LALAI DALAM SHALAT

Oleh : IRMALIN

ketika Shalat Idul Fitri tiba, kita berbondong-bondong ke medan lapang, pakaian baru kita kenakan, suara takbir kita gemakan, seakan benar-benar kita akan kembali suci. Namun kita sering lupa, berapa banyak shalat fardlu yang 5 kali sehari wajib kita laksanakan itu telah kita tinggalkan? Berapa banyak kah...? Kita mengagung-agungkan Shalat Id, sementara yang wajib kita tinggalkan. Adakah kita diakui oleh-Nya sebagai hamba yang benar2 kembali suci atau itu sekedar angan-angan kita belaka... padahal keputusannya sudah jelas... فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ “Maka celaka-lah bagi orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dari shalatnya, riya’ (ingin dilihat) dalam beramal, dan suka mencegah dari kebaikan.” (Qs. Al-Ma’un: 4-6) Bukankah mereka dikatakan ‘orang-orang yang melaksanakan shalat’? Ya, mereka shalat, tapi mereka melalaikan rukun dan syaratnya, mereka lalai untuk shalat pada waktu-waktu yang telah ditetapkanNya, ketika mereka shalat pun, mereka ingin dipuji oleh orang lain alias riya’ dari amal shalatnya. Ini keadaan orang yang shalat... lalu bagaimana keadaan orang yang jelas-jelas meninggalkan shalat wajibnya?!***
Read rest of entry

KEUTAMAAN SHALAT

Shalat merupakan amal ibadah yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Ditetapkan waktu, cara, dan aturannya. Bagi yang melaksanakan shalat fardlu sendirian, ia kan mendapat satu derajat, bagi yang melaksanakannya secara berjamaah, kan mendapat 27 derajat. Bagi mereka yang melaksanakan shalat jenazah akan mendapat pahala satu qirath, sebesar gunung Uhud. Bagi yang melaksanakan dua rakaat fajar sebelum shalat Subuh, hal itu lebih baik dari dunia beserta isinya. Bagi yang menegakkan shalat malam, ia dimasukkan dalam golongan Qonitin (orang-orang yang berdiri tegak). Itulah pahala dan sebagian fadhilah yang diberikan oleh Allah. Di dalam hadits yang panjang, Rasulullah saw. pernah bersabda: وَالصَّلاةُ نُورٌ “Dan shalat itu cahaya.” (HR. Muslim) Apa yang dimaksud shalat itu cahaya? Ulama mengatakan ‘Nur’ adalah salah satu karunia dari Allah bagi orang-orang yang menjaga shalatnya. Perhatikan sabda Nabi berikut ini: إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ “Sesungguhnya umatku dipanggil di hari Kiamat kelak dalam keadaan bercahaya dari bekas air wudlu, maka barangsiapa yang mampu memperluas cahayanya hendaklah ia lakukan.” (HR. Bukhari) Orang beriman memiliki cahaya. Subhanallah. Cahaya itu akan menerangi dirinya dalam perjalanannya di hari akhir nanti, ketika ia menempuh jembatan Ash-Shirath. Cahaya itu kan mengantarkan pemiliknya menuju Jannah, tujuan dari perjalannya. Dalam hadits lain disebutkan bahwa cahaya itu tergantung amal perbuatan seseorang. Bila timbangan amal baiknya sedikit maka cahayanya pun redup. Bila amal baiknya berlipat maka cahayanya terang benderang. يُؤْتَوْنَ نُوْرَهُمْ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ مِنْهُمْ مَنْ نُوْرُهُ مِثْلُ الْجَبَلِ وَأَدْنَاهُمْ نُوْرًا مِنْ نُوْرِهِ عَلَى إِبْهَامِهِ يُطْفِئُ مَرَّةً وَيُوْقِدُ أُخْرَى “Mereka diberi cahaya tergantung amal-amalnya. Di tengah mereka ada yang cahayanya sebesar gunung dan yang terendah adalah cahaya sebesar ibu jarinya; kadang mati, sesekali menyala.” (HR. Al-Hakim)***
Read rest of entry

AMALAN YANG PERTAMA KALI DI HISAB

Ketika Rasulullah saw. bersabda tentang amalan yang pertama kali akan dihisab oleh Allah Swt., beliau menyatakan pula bahwa shalat seseorang yang baik dan benar itu bisa menjaga dirinya dari perilaku yang buruk, sehingga hanya amalan kebaikan saja yang ia kerjakan. Sabda beliau; فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ وَ إِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ “Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani) Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman: إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (Qs. Al-Ankabut: 45) Shalat merupakan tolak ukur seorang manusia... mereka-mereka yang menjaga shalatnya, adalah orang yang baik dan dengan merekalah kita bergaul... adapun mereka yang lalai dari shalatnya, atau melaksanakan shalat tapi tidak sesuai dengan apa yang disuruhkan oleh Allah dan RasulNya, mereka adalah orang-orang yang buruk, hendaklah kita menjadi orang yang menasehati mereka, demi kebaikan mereka sendiri... Bukankah shalat itu lah yang akan diminta pertanggungjawaban pertama kali di hari nanti... bukan soal harta, bukan soal anak buah, bukan pula mobil-mobil mewah... tapi, shalat kita... إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi)***
Read rest of entry

ANUGERAH TERINDAH YANG PERNAH KUMILIKI

Ini bukan tentang lirik lagunya Sheila on 7 lho, tapi tentang kamu-kamu para gadis. Percaya enggak sih kalau masa-masa remaja yang kita lalui memang betul-betul sepotong anugerah yang Allah ciptakan buat kita ? Atau kamu hanya menganggapnya sebagai hal biasa saja, sebagai suatu fase kehidupan yang harus dijalani ?

Memang masa remaja hanyalah sebuah fase dari kehidupan.

Tapi pernah nggak sih kamu merasakan adanya perbedaan saat kamu kemarin masih duduk di bangku taman kanak-kanak dengan rambut dikuncir dua, kini sudah menjelma menjadi gadis remaja yang mempesona ?

Mungkin kamu juga masih ingat si Tora anaknya tetangga depan rumah yang dulu ingusan dan suka jambakin rambut anak cewek, sekarang jadi cowok paling top di SMU dan jadi incaran para cewek. Atau kamu sendiri yang sekarang makin rajin bercermin, mulai punya feeling terhadap lawan jenis, mulai menjaga penampilan, takut gemuk dan jerawatan, trus mulai dikasih kepercayaan untuk menyetir mobil sendiri (bagi yang bapaknya sopir angkot,

Bukan hanya itu saja lho, perubahan-perubahan fisik yang terjadi saat kamu menginjak usia remaja. Perubahan itu tentu saja dibarengi dengan perubahan tingkah laku dan pola pikir. Nggak mungkin kan kamu sudah segede ini makannya masih harus disuapin ? Pergi kemana-mana masih dianterin ortu ? Wah … malu !!

Ada lagi hal yang menyenangkan saat kita menginjak remaja, yaitu kepercayaan yang diberikan ortu kepada kita, contohnya ya itu tadi … kamu boleh nyetir mobil sendiri, mengatur uang saku, memilih kegiatan ekskul dan lain sebagainya. Amat menyenangkan bukan ?

Lalu apakah anugerah terindah yang sedang kamu jalani ini akan dilewatkan begitu saja dalam kesia-siaan ? Nggak mungkin deh ah …

Hidup ini cuma sebentar, kamu juga mungkin masih mengingat kematian tragis seorang artis yang lagi naik daun. Siapa yang nyangka kalau orang yang sebelumnya sehat-sehat saja, happy-happy aja, tiba-tiba koma beberapa bulan dan akhirnya meninggal ?

Nah karena kita nggak pernah tahu berapa lama kita dikontrak untuk hidup sama Allah, nggak ada salahnya kan kalau mulai sekarang mencoba untuk berbenah diri, berusaha untuk memanfaatkan masa remaja ini seefektif mungkin. Ingat, dalam agama islam enggak pernah ada yang namanya reinkarnasi, ketika seseorang sudah dijemput sama kematian dia tidak akan pernah lagi terlahir ke dunia dalam wujud apapun. Semua yang sudah kita lakukan selama di dunia pasti ada pertanggung jawabannya.

Jadi untuk para cewek, ingatlah masa remaja hanya sesaat saja. Sebagai wanita kamu adalah cikal bakal pembentuk umat di masa depan, karena di tangan kamulah nantinya anak-anak bangsa dididik. Jadi, baik buruknya generasi dimasa depan tergantung bagaimana nantinya hasil didikan kamu. Ceileh, dalem amat ya

Tapi memang itulah kenyataannya, jangan mentang-mentang kita masih remaja lalu kita mau hidup seenaknya, santai dan penuh hura-hura, jangankan ingat sama nasib umat di masa depan, sama nasib diri sendiri aja udah lupa tuh !!

Muda dimanja, remaja hura-hura, dewasa kaya raya, tua hidup seenaknya, meninggal masuk surga. Kita sering kan mendengar orang ngomong gitu ? Wih, mimpi kali yee … J emang surga gratis dan bisa dimasukin siapa saja. Hanya orang-orang yang taat pada-Nya saja yang dapat tiket masuk surga .

Sekali lagi, karena masa remaja adalah anugerah yang terindah, hiasilah hari-harinya dengan hal-hal yang berguna. Jadilah gadis terindah tidak saja dalam pandangan manusia tapi juga dalam pandangan Allah.

Siapa sih yang enggak mau dipandang indah oleh Allah Yang Maha Indah ?

SUMBER:neobyadver.blog.plasa.com
Read rest of entry
 

About Me

Foto saya
KAMI ADALAH SEKUMPULAN REMAJA ISLAM MUSHALLAH AL MUHAJIRIN YANG SANGAT INGIN BERDAKWAH KEPADA PARA JIWA MUDA DI DUNIA MAYA

Buletin Senyum Irmalin's Fan Box